Jika harus disusun sebuah mata rantai bahan ajar untuk bahasa Indonesia, kiranya perlu dipilih inti pemahaman teori kebahasaan dan panduan ke arah kemahiran berbahasa yang memadai.
Berikut ini ide dasarnya.
1. Sejarah kelahiran bahasa Indonesia
2. Situasi kebahasaan di Indonesia
3. Tonggak pembakuan bahasa Indonesia
4. Upaya pemutakhiran bahasa Indonesia
5. Bahasa Indonesia sebagai ilmu bahasa dunia
6. Pemakaian bahasa Indonesia dalam hidup sehari-hari
7. Pemakaian bahasa Indonesia dalam penulisan karya tulis ilmiah
8. Pemakaian bahasa Indonesia dalam penulisan jurnalistik
9. Pemakaian bahasa Indonesia dalam penyajian lisan
10. Pemakaian bahasa Indonesia dalam khazanah seni sastra Indonesia
11. Forum diskusi silang pendapat terhadap pemahaman dan pemakaian
bahasa Indonesia
Bila masih dapat dipilah lagi kerangka dasar di atas tentu akan semakin jelas gambaran (deskripsi) umumnya yang memang perlu dipelajari secara seksama agar setiap individu yang ingin penguasaan kebahasaan dan kemahiran bahasa Indonesianya memadai. Dari sinilah bahasa Indonesia memiliki eksistensi sebagai salah satu bahasa dunia yang patut diperhitungkan oleh masyarakat belahan bumi yang lain ketika ingin berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai tempat. Begitu pula sebaliknya, kita tetap menjunjung tinggi bahasa persatuan (bdk. butir ketiga 'Sumpah Pemuda') sebagai semangat kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kita tingkatkan kesadaran membangun kembali jatidiri bangsa lewat pemodernan bahasa Indonesia yang menyeluruh.
Kamis, 12 November 2009
Kamis, 03 September 2009
PENGALAMAN MENGAJAR ORANG ASING
Pertengahan Agustus sampai awal September 2009 lalu, saya berkesempatan memperkenalkan bahasa Indonesia kepada tenaga volunteer Italia yang sedang tour of duty di Palembang. Saya terima kesempatan ini untuk membuktikan bahwa hak bahasa kita sejajar dengan bahasa asing lain yang mau berbagi ketrampilan berbahasa dalam komunikasi praktis.
Pengalaman kelompok mengajar di Jogya dulu saya terapkan kembali dengan format khas Italianya Valentino Rossi, si pembalap motoGP. Ringkas, padat dan aplikatif. Pasien saya ini tidak mau terjemahan Inggrisnya(walaupun litlle-litle sih Ican). Terpaksa atas kebaikan teman guru bahasa Inggris yang punya kamus Inggris-Italia-Indonesia saya pinjam kamusnya untuk menjembatani kelancaran transliterasi.
Bahan ajar: Klasifikasi kosa kata umum yang potensial produktif digunakan sehari-hari, Jenis kata menurut tatabahasa tradisionalnya Aristoteles yang ternyata ejaan kita basicnya ejaan Lingua Latina, struktur kalimat dan pola kalimat bahasa Indonesia, Jenis kalimat sederhana, Latihan sendiri, dan tanya jawab. Kesulitan pertama adalah kelancaran interaksi proses belajar-mengajar. Berikutnya persoalan penjelasan praktis bila ada miskomunikasi, open book dictionary, kamus saku, dan tertawa bingung: dubio. Asyik, menantang profesi, berjalan alami, berada dalam intensitas tinggi bernama antusias yang terukur oleh jam pertemuan seminggu dua kali 2 - 3 jam tatap muka @ 50 menit kayak kuliah aja. Habis pasiennya orang pinter, jadi harus PD bahwa bahasa Indonesia juga bisa bergaul dengan bangsa maju.
Pada akhir pertemuan, pasien saya mengajukan PR: bagaimana metode belajar mandiri menguasai/mengembangkan minat belajar bahasa Indonesia kalau nanti sudah kembali ke Italia? Garis besar jawaban sudah saya tulis seperti bahan ajar di atas, media lanjut: cari forum belajar jarak jauh via e-mail, praktik langsung bertemu orang berbahasa Indonesia.
Semoga semakin banyak orang belajar memahami bangsa lain sebagai patner lewat bahasa yang dipahami.
Pengalaman kelompok mengajar di Jogya dulu saya terapkan kembali dengan format khas Italianya Valentino Rossi, si pembalap motoGP. Ringkas, padat dan aplikatif. Pasien saya ini tidak mau terjemahan Inggrisnya(walaupun litlle-litle sih Ican). Terpaksa atas kebaikan teman guru bahasa Inggris yang punya kamus Inggris-Italia-Indonesia saya pinjam kamusnya untuk menjembatani kelancaran transliterasi.
Bahan ajar: Klasifikasi kosa kata umum yang potensial produktif digunakan sehari-hari, Jenis kata menurut tatabahasa tradisionalnya Aristoteles yang ternyata ejaan kita basicnya ejaan Lingua Latina, struktur kalimat dan pola kalimat bahasa Indonesia, Jenis kalimat sederhana, Latihan sendiri, dan tanya jawab. Kesulitan pertama adalah kelancaran interaksi proses belajar-mengajar. Berikutnya persoalan penjelasan praktis bila ada miskomunikasi, open book dictionary, kamus saku, dan tertawa bingung: dubio. Asyik, menantang profesi, berjalan alami, berada dalam intensitas tinggi bernama antusias yang terukur oleh jam pertemuan seminggu dua kali 2 - 3 jam tatap muka @ 50 menit kayak kuliah aja. Habis pasiennya orang pinter, jadi harus PD bahwa bahasa Indonesia juga bisa bergaul dengan bangsa maju.
Pada akhir pertemuan, pasien saya mengajukan PR: bagaimana metode belajar mandiri menguasai/mengembangkan minat belajar bahasa Indonesia kalau nanti sudah kembali ke Italia? Garis besar jawaban sudah saya tulis seperti bahan ajar di atas, media lanjut: cari forum belajar jarak jauh via e-mail, praktik langsung bertemu orang berbahasa Indonesia.
Semoga semakin banyak orang belajar memahami bangsa lain sebagai patner lewat bahasa yang dipahami.
Langganan:
Komentar (Atom)
