Rabu, 03 April 2013

CERITA RAKYAT

     Cerita rakyat atau Folklore merupakan kisah obrolan lisan yang berkembang dalam tradisi masyarakat secara komunal menjadi milik bersama tanpa diketahui siapa penggagas atau pencetusnya. Kehadirannya berkaitan langsung dengan interaksi manusia dengan alam sekitar, dengan pikiran-pikiran individu yang ditokohkan, pengalaman hidup sehari-hari, serta tanggapan batin manusia atas gambaran gejolak perkembangan yang sedang berlangsung atau terjadi.

      Potongan-potongan kisah atau fragmen kehidupan itu kemudian diwariskan, diturunkan, dituturkan kembali turun-temurun dengan penambahan unsur cerita utuh, struktur bentuk, kandungan isi dan maksud cerita pada waktu-waktu tertentu mereka berkumpul. Dalam intensitas yang teratur dan terpelihara, cerita tersebut menemukan hakikatnya: berkisah, mendongeng, berkespresi, mendidik, ritual budaya, dan genius locus (kearifan lokal). Oleh karena itu, klasifikasi cerita selanjutnya tentu bergantung pada lokasi, tokoh masyarakatnya, tradisi yang berkembang dan terpelihara, jenis dan bentuk ceritanya, serta bahasa penuturnya.

1. Dongeng
1.1 Fabel
1.2 Legenda
1.3 Mite
1.4 Sage

2. Cerita Pelipur lara

3. Cerita Jenaka

     Dalam bentuknya yang baru, cerita rakyat termasuk jenis sastra prosa yang mengandung unsur cerita secara umum terdiri dari:
a. Tema seputar kehidupan manusia
b. Cerita diwarnai peristiwa yang tidak masuk akal (pralogis)
c. Tokoh cerita dikontraskan antara yang baik dan yang buruk (hitam-putih)
d. Latar waktu terjadi pada zaman dahulu, sedangkan latar tempat dapat berupa istana, hutan guung, dan
     tempat-tempat yang dikeramatkan
e. Bahasanya klise (kuno, pola bertutur masa lampau)
f. Sudut pandang yang digunakan memakai metode orang ketiga
g. Amanat berisikan ajaran moral, nasihat, tatakarama, tingkah laku masyarakat

    Dalam konteks pelajaran sastra yang mencakup teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra, pemahaman cerita rakyat dapat dikategorikan pada teori sastra dan sejarah sastranya. Secara teori, cerita rakyat termasuk jenis prosa narasi yang menyampaikan cerita fiksi yang mengandung ungkapan kreatif imajinatif manusia pada zamannya.Kategori sejarah sastra karena tradisi sastra lisan yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat terdahulu kepada generasi selanjutnya menjadi pola pengungkapan kearifan lokal yang terpelihara sampai sekarang.

    Dengan pendekatan ilmu sastra tersebut, cerita rakyat dapat ditelaah, dikaji, diteliti secara ilmiah dari lingkup dan tingkat kesulitan yang sederhana sampai pada yang rumit dan kompleks.Telaah cerita rakyat dapat dilakukan dengan menggunakan telaah unsur intrinsik: tema, latar, penokohan, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat isi ceritanya. Untuk melengkapi telaah unsur intrinsik, langkah berikutnya dilakukan telaah unsur ekstrinsik cerita rakyat tersebut: budaya masyarakat penutur yang masih memelihara cerita rakyat itu, nilai-nilai yang berkaitan dengan isi dan amanat cerita, dll.

     Hasil kajian, apa pun bentuknya akan sangat bermanfaat bagi perkembangan wawasan pada generasi peminat baca selanjutnya. Jejak-jejak cerita yang nyaris punah masih dapat dilacak dan runut kembali melalui publikasi dan dokumentasi yang akan datang. Pengalaman hidup manusia dari beragam tempat dan budaya akan menjadi cermin penghayatan dan perbandingan berharga pada dunia orang hidup.